Puluhan Penyu Terdampar Mati di Pantai Selatan, Diduga Akibat Pencemaran Laut
Pacitan, 18 Mei 2025 - Sedikitnya 17 ekor penyu ditemukan mati terdampar di sepanjang pesisir Pantai Teleng Ria, Pacitan, Jawa Timur, sejak Jumat (16/5) hingga Minggu pagi (18/5). Temuan ini mengejutkan warga dan wisatawan yang sedang menikmati akhir pekan di kawasan wisata tersebut.
Menurut keterangan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pacitan, sebagian besar penyu yang ditemukan merupakan jenis penyu hijau (Chelonia mydas) yang termasuk satwa dilindungi. Beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi membusuk, dengan luka di bagian perut dan sirip.
“Kami sedang mengumpulkan sampel jaringan dan air laut untuk diuji laboratorium. Dugaan sementara, kematian penyu ini berkaitan dengan pencemaran laut,” ujar Heri Santoso, Kepala Bidang Konservasi DKP Pacitan, saat dikonfirmasi Minggu (18/5) siang.
Tim gabungan dari DKP, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta relawan lingkungan telah melakukan penyisiran sejauh lima kilometer sepanjang pantai. Hasil sementara menunjukkan adanya tumpukan sampah plastik dan jejak cairan berminyak hitam di beberapa titik air laut yang menjadi lokasi terdamparnya penyu.
"Beberapa warga juga melaporkan bau menyengat dari laut sejak dua hari lalu," kata Laras Ayu, pegiat lingkungan dari komunitas Laut Bersih Pacitan.
Pihak BKSDA mencurigai tumpahan limbah berasal dari kapal atau industri yang membuang limbah ke laut lepas. Meski belum ada konfirmasi resmi, pencemaran air menjadi hipotesis utama atas kematian penyu secara masal ini.
Polres Pacitan menyatakan telah membuka penyelidikan awal atas temuan tersebut. Kapolres Pacitan AKBP Riko Yulizar menyebut, pihaknya akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang membuang limbah ke laut.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan DKP untuk menyelidiki asal limbah. Jika terbukti ada unsur pidana, akan kami proses sesuai hukum,” tegas Riko dalam konferensi pers, Minggu sore.
Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup mengungkapkan bahwa pencemaran laut di perairan selatan memang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kejadian penyu mati dalam jumlah besar seperti ini tergolong yang pertama kali di tahun 2025.
Menanggapi insiden ini, sejumlah aktivis lingkungan mendesak pemerintah bertindak cepat untuk menyelamatkan ekosistem laut. Mereka meminta adanya moratorium pembuangan limbah industri ke laut serta peningkatan patroli pengawasan di perairan selatan Jawa.
“Ini bukan hanya tentang penyu, tapi tentang masa depan laut kita. Kalau dibiarkan, akan berdampak ke nelayan, wisata, dan ekosistem secara keseluruhan,” ujar Dian Kusuma, koordinator Aliansi Laut Lestari.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pemerintah daerah bersama TNI-Polri menutup sebagian area Pantai Teleng Ria untuk umum hingga penyelidikan dan observasi selesai dilakukan. Pengunjung diminta menjauh dari area dengan jejak tumpahan limbah.
“Kami minta masyarakat bersabar. Ini demi keselamatan bersama dan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” ujar Camat Pacitan, Dedi Wibowo.
Hingga berita ini diturunkan, tim laboratorium dari Surabaya masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan analisis lanjutan. Hasil pemeriksaan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.