Menelusuri Keindahan Pantai Tersembunyi di Film The Most Beautiful Girl in the World


                                                                (sumber: kapanlagi.com)





Film drama romantis The Most Beautiful Girl in the World yang baru saja tayang di Netflix sukses mencuri perhatian publik bukan hanya karena akting menawan Reza Rahadian dan Sheila Dara Aisha, tapi juga karena latar alam yang memukau. Salah satu daya tarik visual utama dari film ini adalah deretan pantai eksotis yang menjadi tempat syuting, yakni pantai-pantai tersembunyi di kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini, diceritakan kisah Reuben (Reza Rahadian), seorang penulis yang terpaksa “kabur” dari rutinitas hidupnya, dan Kiara (Sheila Dara), seorang perempuan mandiri yang tengah berjuang menemukan arah hidupnya. Keduanya mengalami petualangan tak terduga ketika sebuah kecelakaan laut membuat mereka terdampar di pulau terpencil, yang dalam film digambarkan begitu liar, alami, dan memesona.

Untuk menggambarkan suasana pulau yang seolah tak terjamah, tim produksi memilih lokasi syuting di salah satu pulau tak berpenghuni di gugusan Kepulauan Seribu, sekitar 2–3 jam perjalanan laut dari pesisir Jakarta Utara. Pantai yang digunakan untuk syuting memang tidak disebutkan secara spesifik dalam film, namun diketahui bahwa lokasi tersebut masih sangat alami, belum terjamah pembangunan wisata massal, dan memiliki bentang alam berupa pasir putih bersih, air laut bergradasi biru kehijauan, serta deretan pohon kelapa dan semak belukar di sepanjang pantai.

Dalam wawancaranya, Reza Rahadian mengungkapkan bahwa proses syuting menjadi pengalaman yang sangat menantang sekaligus berkesan.

“Kami benar-benar tinggal di pulau itu selama beberapa hari. Tidak ada sinyal, tidak ada listrik di malam hari. Bahkan untuk adegan memecah kelapa atau membuat api, kami harus benar-benar mempraktikkannya. Ini bukan hanya akting, tapi juga jadi semacam ‘simulasi bertahan hidup’,” ujar Reza, tertawa.

Sheila Dara menambahkan bahwa pengambilan gambar dilakukan secara intens di bawah matahari tropis yang terik. Salah satu adegan yang cukup sulit menurutnya adalah saat harus menombak ikan untuk bertahan hidup, yang meskipun dibantu kru, tetap menguras energi.

“Ini pengalaman yang langka. Saya tidak menyangka film ini akan membawa saya ke tempat seindah ini, yang ternyata ada di sekitar Jakarta saja,” ungkap Sheila.

Bagi penonton, penampilan pantai di film ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Di tengah dominasi sinema yang banyak menampilkan kota dan suasana modern, The Most Beautiful Girl in the World justru mengangkat sisi alam Indonesia yang masih tersembunyi. Banyak warganet memuji visual pantai yang muncul dalam film tersebut, bahkan menyebutnya sebagai salah satu highlight utama yang menenangkan hati dan menyegarkan mata.

Dinas Pariwisata DKI Jakarta pun menyambut baik penayangan film ini karena secara tidak langsung turut mempromosikan pariwisata lokal, khususnya Kepulauan Seribu yang memang kerap luput dari perhatian wisatawan domestik.

“Kami sangat mengapresiasi film ini. Kepulauan Seribu memang menyimpan banyak potensi yang belum tergali. Lewat film ini, masyarakat bisa melihat bahwa Jakarta punya pantai-pantai yang indah dan layak dikunjungi,” kata Andika Pratama, Kepala Seksi Promosi Wisata Kepulauan Seribu.

Tak sedikit penonton yang setelah menonton film ini mulai mencari tahu tentang lokasi syutingnya. Pulau-pulau kecil seperti Pulau Bira, Pulau Macan Gundul, hingga Pulau Gosong menjadi incaran wisatawan yang ingin merasakan suasana seperti di film. Meski begitu, para pemerhati lingkungan mengingatkan agar lonjakan wisatawan ke pulau-pulau tersebut tetap dibarengi dengan tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Film The Most Beautiful Girl in the World bukan hanya menghadirkan kisah cinta yang emosional dan menyentuh, tetapi juga menyisipkan pesan tentang koneksi manusia dengan alam, kesederhanaan hidup, dan makna saling menjaga satu sama lain. Keindahan pantai yang ditampilkan bukan sekadar latar visual, tetapi bagian dari perjalanan karakter yang merefleksikan pencarian jati diri dan cinta sejati.

Film ini sudah bisa disaksikan secara global melalui Netflix sejak 14 Februari 2025, dan hingga kini masih menduduki posisi Top 10 di Indonesia. Bagi kamu yang ingin menikmati kisah yang mengaduk emosi sekaligus melihat panorama pantai Indonesia yang belum banyak diketahui orang, film ini adalah pilihan yang tepat.

 

Postingan populer dari blog ini

Makhluk-Makhluk Unik di Pasir Pantai: Kecil Tapi Menakjubkan

Mengenal Jenis-jenis Pasir Pantai dan Proses Terbentuknya

Bunga Pantai: Tumbuhan Cantik yang Tumbuh di Pesisir